VPS untuk EA MT5, Spek yang Cukup dan Kesalahan yang Sering Terjadi
VPS untuk EA MT5 tidak perlu kencang, cuma perlu tidak pernah mati. Beda itu yang bikin banyak orang membayar spek kelebihan lalu tetap kena masalah yang sama: robotnya berhenti diam-diam dan baru ketahuan berhari-hari kemudian. Kesalahan yang paling sering saya temui saat memasangkan EA justru tidak ada hubungannya dengan spek.
Kenapa robotnya butuh komputer yang menyala terus
EA berjalan di dalam terminal MetaTrader 5, bukan di server broker. Kalau terminalnya tertutup, robotmu berhenti berpikir saat itu juga.
Posisi yang sudah terbuka tidak ikut tertutup, dan ini yang sering bikin orang salah kira. Posisi itu tersimpan di server broker dan tetap hidup. Yang hilang cuma pengelolanya. Trailing berhenti mengikuti, lapisan berikutnya tidak dibuka dan batas rugi yang dikelola robot tidak lagi dijalankan. Akunmu tetap berisiko, cuma tidak ada lagi yang menjaganya.
Itu sebabnya laptop yang kamu tutup tiap malam bukan tempat yang cocok, karena sleep sekali saja sudah memutus robotmu.
Spek yang cukup, dan kenapa lebih besar jadi mubazir
Satu terminal MT5 dengan beberapa chart terbuka memakai kira-kira 300 sampai 500 MB memori. Sisanya untuk sistem operasi, dan di sinilah angka yang beredar sering menyesatkan.
Penyedia VPS forex biasanya memasang Windows 7 atau Windows Server 2012, bukan Windows 10. Versi lama itu jauh lebih ringan, dan itu sebabnya paket 1 GB masih sanggup menjalankan satu terminal MT5 dengan wajar. Kalau VPS-mu memakai Windows 10 atau yang lebih baru, sistemnya sendiri sudah menghabiskan sekitar 2 GB, jadi patokan di bawah ini naik satu tingkat.
| Yang kamu jalankan | RAM | CPU | SSD |
|---|---|---|---|
| Satu terminal MT5, satu EA | 1 GB | 1 inti | 30 GB |
| Dua sampai tiga terminal | 2 GB | 2 inti | 40 GB |
| Empat terminal atau lebih | 3 sampai 4 GB | 2 sampai 3 inti | 45 sampai 50 GB |
Dua catatan yang menempel di tabel itu. Pertama, ada paket VPS forex 768 MB yang dijual murah, tapi biasanya untuk MT4 saja. MT5 lebih berat, jadi jangan ambil paket terkecil kalau robotmu berjalan di MT5. Kedua, MT5 aslinya program Windows. Menjalankannya di Linux butuh lapisan tambahan, dan itu bukan tempat memulai kalau kamu baru pertama pakai VPS.
Riwayat harga MT5 menumpuk pelan pelan, jadi SSD 30 GB itu batas bawah yang nyaman, bukan angka pas-pasan. Di luar itu, VPS 8 inti dengan 16 GB memori untuk satu robot cuma menaikkan tagihan bulananmu.
Lokasi server: Asia untuk kebanyakan orang Indonesia
Ada dua jarak yang sering tertukar di sini, dan membedakannya bikin pilihanmu gampang.
- VPS ke server broker. Ini yang menentukan berapa lama perintah robotmu sampai. Server broker MT5 kebanyakan duduk di London, Amsterdam atau New York.
- Kamu ke VPS. Ini tidak menyentuh kecepatan order sama sekali. Yang dia pengaruhi cuma seberapa enak Remote Desktop dipakai saat kamu mengecek robotmu.
Kalau cuma menghitung jarak pertama, VPS Eropa menang. Tapi jarak itu baru terasa untuk robot yang mengejar selisih harga sesaat. Untuk EA yang menahan posisi berjam-jam sampai berhari-hari, selisih seratusan milidetik tidak mengubah satu pun keputusan robotnya.
Untuk pengguna Indonesia, saya menyarankan Asia, biasanya Singapura. Alasannya jarak kedua. Remote Desktop ke Singapura terasa ringan dan kamu betah mengecek robotmu, sedangkan ke London berat dan tiap klik terasa lambat. Kalau mengecek VPS jadi menyebalkan, kamu berhenti mengeceknya, dan itu risiko yang jauh lebih nyata daripada selisih milidetik yang tidak dipakai robotmu.
Kapan saran ini berbalik: kalau kamu menjalankan EA scalping yang membuka dan menutup posisi dalam hitungan detik. Di situ jarak ke server broker jadi penentu, dan lokasi Eropa yang dekat dengan servernya jadi masuk akal walau Remote Desktop-nya berat.
Jangan menebak, ukur sendiri. Buka MT5 lalu lihat pojok kanan bawah terminal, di situ ada angka ping ke server broker yang sedang kamu pakai. Coba dari komputermu dulu, lalu bandingkan dengan angka yang sama saat dijalankan dari VPS calon pilihanmu. Penyedia yang tidak mau memberi masa coba sebaiknya kamu lewati.
Yang sering dikira penting padahal tidak
- Label "VPS forex" sebagai jaminan. Label itu sering memang berarti sesuatu: sistem operasi yang lebih ringan dan pilihan lokasi yang memang disiapkan untuk trading. Tapi label tidak mengunci angka. Tetap baca RAM, jumlah inti dan pilihan lokasinya satu per satu sebelum bayar.
- Bandwidth besar. MT5 mengirim data harga, bukan video. Pemakaiannya kecil sekali, jadi kuota besar tidak mengubah apa pun.
- Kartu grafis atau prosesor terbaru. Tidak dipakai sama sekali. Robotnya cuma menghitung angka.
Kesalahan yang diam-diam mematikan robot
Tidak ada satu pun di bawah ini yang soal spek.
Menutup Remote Desktop dengan cara yang salah
Saat selesai mengecek VPS, tutup jendelanya atau pilih Disconnect. Jangan pilih Sign out. Disconnect meninggalkan sesimu tetap berjalan beserta MT5-nya. Sign out mengakhiri sesi, dan MT5 ikut tertutup. Robotmu mati sejak saat itu tanpa pemberitahuan apa pun.
Windows Update yang restart sendiri
VPS Windows bisa restart sendiri untuk pemasangan pembaruan. Sesudah restart, MT5 tidak otomatis kembali kecuali kamu menyiapkannya. Taruh pintasan MT5 di folder Startup, simpan kata sandi akun trading supaya login otomatis, lalu uji dengan merestart VPS-nya sendiri. Jangan berasumsi, restart sekali lalu lihat apakah MT5 kembali sendiri.
Lupa memastikan AutoTrading menyala
Sesudah MT5 hidup lagi, cek tombol AutoTrading di toolbar dan ikon robot di pojok kanan atas chart. Kalau AutoTrading padam, terminalnya jalan dan grafiknya bergerak, tapi robotmu tidak diizinkan membuka order sama sekali. Dari luar semuanya kelihatan normal, jadi kamu bisa berhari-hari tidak sadar.
Bingung karena jam VPS beda dengan jam robot
Jam sistem VPS tidak dipakai robotmu. Semua fitur yang bergantung waktu mengikuti jam server broker, yang biasanya berbeda dari jam Indonesia maupun jam VPS. Kalau jadwal robotmu terasa meleset, penyebabnya hampir selalu di situ, bukan di VPS. Ada penjelasan lengkapnya di artikel cara memilih broker XAUUSD untuk EA.
Alternatif selain menyewa VPS
- Komputer sendiri yang menyala 24 jam. Sah dan gratis kalau kamu memang punya. Risikonya listrik padam, internet putus dan Windows yang restart sendiri saat kamu tidur.
- VPS gratis dari broker. Beberapa broker memberikannya kalau volume trading atau saldomu memenuhi syarat tertentu. Tanya dulu syaratnya, dan tanya juga apa yang terjadi kalau bulan depan syaratnya tidak terpenuhi lagi.
Posisi saya soal VPS, biar jelas
Saya menyediakan VPS juga, tapi cuma sepaket dengan sewa EA, dan saya sendiri menyewanya dari penyedia lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari VPS saya dibanding VPS lain dengan spek dan lokasi setara.
Kalau kamu sudah punya VPS atau komputer yang menyala terus, pakai punyamu. Robotnya tidak bisa membedakan, dan saya tidak akan berpura-pura sebaliknya. Artikel ini saya tulis supaya kamu bisa memilih sendiri, bukan supaya kamu menyewa dari saya.
VPS mengurangi satu risiko, bukan semua risiko
Robot yang menyala terus tetap bisa rugi. VPS cuma menutup satu lubang, yaitu robot berhenti tanpa kamu sadari. Risiko pasarnya tidak berkurang sedikit pun.
Dan VPS pun bisa bermasalah. Kalau VPS mati atau koneksinya putus saat ada posisi terbuka, posisi itu tetap hidup di broker tanpa pengelola. Pasang stop loss di sisi broker sebagai jaring pengaman, jangan menggantungkan seluruh batas rugimu ke robot yang bisa terputus.
VPS cuma tempat robotnya berdiri. Yang menentukan hasil tetap robot dan setelanmu.
Lihat cara sewa dan pantau akun live-nyaBelum sampai tahap pasang? Mulai dari apa itu EA XAUUSD dan cara kerjanya, lalu langkah menyewanya dari nol.
← Kembali ke daftar artikel